Mengatasi Masalah Dalam Keuangan

Mengatasi Masalah Dalam Keuangan

Mengatasi Masalah Dalam Keuangan  – Saat menjalani kehidupan, tentunya ada banyak berbagai hal tak terduga yang akan terjadi.

Salah satunya adalah masalah keuangan yang seringkali dialami oleh banyak orang. Bicara soal keuangan, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam kehidupan.

Contoh masalah keuangan yang sering terjadi adalah terjerat utang. Hal tersebut dikarenakan gaya hidup dan kebutuhan manusia semakin tinggi. Apalagi, ada tagihan dan cicilan yang harus dibayar.

Mengatasi Masalah Dalam Keuangan Agar Tidak Terjerat Utang

Jika terlalu boros dan terjerat hutang, maka Parent Pinters tidak bisa menabung untuk membiayai pendidikan anak. Padahal, pendidikan anak sangat penting untuk diperhatikan.

Baca Juga: Manfaat Petroleum Jelly Untuk Kecantikan

Berikut ini adalah cara mengatasi masalah keuangan dalam rumah tangga agar tidak terjerat hutang:

Cara Mengatasi Kendala Keuangan Keluarga

Supaya tidak terjerat hutang, Anda harus mengelola keuangan secara baik. Dalam pengelolaan keuangan, maka Anda harus memiliki perencanaan dengan tujuan yang jelas, di antaranya adalah:

Buat Daftar Penghasilan dan Pengeluaran Setiap Bulan

Salah satu solusi masalah keuangan rumah tangga yang tepat adalah menyusun daftar penghasilan dan pengeluaran setiap bulannya. Anda bisa mencatat seluruh pengeluaran, seperti transportasi, bahan makanan, rumah, dan lainnya.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah mengetahui jumlah pengeluaran Anda setiap bulannya. Sebab, pengeluaran Anda harus lebih rendah dari penghasilan yang diperoleh.

Jika penghasilan lebih tinggi dibanding pengeluaran, maka Anda tidak akan terjerat utang.

Memiliki Dana Darurat

Anda bisa saja mengalami kejadian tak terduga, salah satunya adalah kehilangan pekerjaan. Dengan begitu, Anda harus segera mencari melamar pekerjaan.

Jika mengalami hal tersebut, jangan sampai Anda menjual seluruh aset yang dimiliki. Menjual aset bukanlah pilihan utama yang harus Anda lakukan, karena seharusnya menyiapkan dana darurat

Tidak memiliki dana darurat merupakan salah satu masalah keuangan saat ini. Dengan adanya dana darurat, Anda tidak perlu menjual seluruh aset yang ada. Jadi, Anda bisa mempersiapkan dana darurat agar tidak terjerat utang.

Menyusun Rencana Keuangan Jangka Panjang

Anda harus menyusun rencana keuangan untuk jangka panjang, seperti pendidikan anak, dana pensiun hingga warisan. Jika menyusun rencana keuangan, maka kehidupan Anda akan lebih baik dan berada di jalurnya.

Selain itu, Anda juga bisa membuat timeline dan masalah yang akan dihadapi di masa depan. Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami masalah finansial.

Mengatasi Masalah Dalam Keuangan  Kurangi Gaya Hidup yang Konsumtif

Jika Anda adalah orang yang boros, maka segera hilangkan kebiasaan tersebut. Sudah saatnya Anda membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Jangan sampai Anda mengeluarkan banyak uang untuk hal yang tidak penting.

Gaya hidup yang konsumtif akan berdampak besar pada masalah keuangan dan rumah tangga Anda. Solusinya adalah menahan diri untuk membeli barang yang tidak sesuai kebutuhan.

Berinvestasi

Supaya uang yang Anda miliki tidak terbuang begitu saja, maka bisa mencoba berinvestasi. Saat ini, sudah banyak instrumen investasi dengan keuntungan menjanjikan.

Bagi Anda yang masih pemula, bisa memilih investasi emas. Hal itu dikarenakan nilainya stabil, kemudian keuntungannya juga cukup besar. Bahkan, Anda juga bisa berinvestasi reksa dana mulai dari Rp100.000 saja.

Kurangi Penggunaan Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit menjadi penyebab masalah keuangan yang terjadi saat ini. Anda bisa mengurangi penggunaan kartu kredit, karena dapat mendatangkan kerugian.

Jika ingin berbelanja atau membeli sesuatu, Anda bisa menggunakan uang tunai atau kartu debit untuk membatasi jumlah pengeluaran.

Mencari Alternatif Penghasilan Tambahan

Cara terakhir untuk mengatasi masalah finansial adalah mencari alternatif penghasilan tambahan. Anda bisa memanfaatkan situs belanja online atau e-Commerce untuk menjual berbagai produk.

Mengatur Keuangan di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 telah mengganggu perekonomian di seluruh dunia. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan, kemudian ada juga yang mengalami pemotongan gaji.

Melihat hal tersebut, tentunya Anda harus mengelola keuangan agar tetap stabil. Berikut ini adalah cara mengatur keuangan di tengah pandemi COVID-19:

  1. Jangan Membeli Barang dengan Sistem Cicilan

Jika Anda ingin membeli smartphone atau laptop baru, maka urungkan dulu niat tersebut. Meski ada sistem cicilan, sebaiknya Anda berhemat dan menyimpan uang untuk kebutuhan yang lebih penting.

Anda bisa menunda keinginan tersebut hingga pandemi selesai. Selain itu, simpan kartu kredit Anda agar tidak digunakan untuk berbelanja kebutuhan yang tak penting.

  1. Utamakan Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Seperti yang diketahui, asuransi jiwa akan menyelamatkan dan menanggung anggota keluarga jika Anda meninggal dunia. Pastikan Anda telah memiliki asuransi kesehatan dengan jumlah pertanggungan minimal Rp100 juta.

Jika Anda mendapatkan asuransi kesehatan dari perusahaan, maka tidak ada salahnya jika memiliki asuransi lain.

  1. Hemat

Selama bekerja di rumah, pastinya Anda tetap melakukan transaksi secara online. Misalnya, belanja online, membeli kebutuhan sehari-hari, memesan makanan via ojek online hingga membayar tagihan internet.

Padahal, transaksi tersebut dapat menghabiskan uang Anda. Sebab, Anda tidak mengelolanya dengan tepat. Maka dari itu, Anda harus bijak saat bertransaksi, terutama mengelola keuangan.

Bagi Anda yang ingin kondisi finansialnya aman, maka harus mengelolanya dengan bijak. Selain itu, bayar seluruh tagihan dan cicilan secara tepat waktu. Hal itu bertujuan agar tidak ada beban bunga.

Menjaga Kondisi Keuangan tetap Aman

Membuat anggaran dan terbebas dari utang perlu Anda lakukan secara serius. Setelah Anda terbebas dari utang kartu kredit maupun utang jangka pendek lainnya yang bukan bersifat investasi, maka Anda bisa mulai mencoba beberapa langkah praktis berikut ini:

Cadangan Uang

Selalu sediakan cadangan keuangan setidaknya sebanyak enam bulan penghasilan. Cadangan ini bisa berupa tabungan ataupun investasi lain yang mudah diuangkan jika dibutuhkan segera. Jika terjadi perubahan situasi, misalnya Anda dipecat, maka Anda akan memiliki keuangan yang cukup selama setidaknya enam bulan seraya Anda melamar pekerjaan baru. Sebaliknya, jika Anda mendapat kenaikan gaji, tabunglah setengah dari kenaikan gaji tersebut.

Besar Utang

Jika Anda ingin berutang untuk investasi, maka cobalah hitung dengan cermat jumlah cicilannya. Cicilan utang tidak boleh melebihi 30 persen dari gaji suami. Jika Anda adalah pasangan yang bekerja penuh, cukup hitung cicilan utang dari penghasilan suami saja. Lalu masukkan ke anggaran yang telah Anda buat untuk dievaluasi apakah masih masuk akal untuk berutang atau kredit.

Anda dapat mengurangi biaya pinjaman secara mencolok dengan membayar uang muka yang tinggi. Tetapi Anda harus menabung untuk itu jauh di muka dengan memasukkannya dalam anggaran keluarga Anda. Biaya awalnya yang rendah dapat berarti beban biaya kredit yang lebih rendah.

Komunikasi Keluarga

Faktor sukses lainnya dalam menjalankan perencanaan keuangan adalah komunikasi yang baik antara anggota-anggota keluarga.

Menyusun anggaran dan melaksanakannya mungkin satu-satunya sarana yang dapat membantu Anda untuk mengatasi masalah keuangan. Hindari utang, dan jika Anda sudah memiliki utang kartu kredit, segera lunasi. Selalu menyisihkan dana Anda untuk ditabung dan diinvestasikan. Dengan demikian, Anda sudah bisa berhasil mengatasi problem keuangan Anda.